Satu ketika di sudut gerbong kereta


Tertidur di sudut gerbong paling akhir kereta Cirebon Ekspress jurusan Cirebon-Jakarta Gambir. Tanpa tempat duduk, tanpa alas, diantara dua pintu keluar gerbong yang salah satu kacanya bolong akibat lemparan batu, diantara pintu partisi antar gerbong yang terkunci, diantara pintu toilet yang tak berair.

Dengan kaki terlipat, tanpa jaket, hanya sehelai kaos. Dengan jeans belel yang dikantongnya terselip tiket seharga Rp 70.000. Dengan sisa kesabaran menunggu 2 jam keterlambatan. Mmm… belum juga berubah kondisi pelayanan publik di negara ini…. Sudah mahal, terlambat pula, tanpa ada konpensasi… yang ada hanya sebuah kata…. yaitu “maaf”.

0 Responses to “Satu ketika di sudut gerbong kereta”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: