Kesempatan


“Kesempatan, datangnya seperti awan berlalu. Oleh karena itu pergunakanlah selagi ia tampak di hadapanmu.” Ali bin Abi Thalib r.a.

Momentum sebuah kesempatan berlalu tanpa pernah akan kembali. Perubahan dapat terjadi apabila ada suatu kesempatan. Seperti dosa Adam yang diampuni Allah melalui pintu tobat.

Selama masih hidup, manusia masih diberi kesempatan. Seiring perputaran waktu, kesempatan mendekati, menghampiri dan menjauhi. Pilihan mengikuti di setiap kesempatan, kesempatan selalu menawarkan pilihan. Awal perubahan terjadi ketika manusia mampu memilah dan memilih tiap-tiap kesempatan yang bertebaran, namun hanya sedikit kesempatan yang benar-benar dimanfaatkan.

Pada hakikatnya, manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Sejalan dengan itu, pada dasarnya manusia merupakan penyebab segala kerusakan di muka bumi. Suatu kesempatan dan pilihan yang diberi di antara banyak pilihan. Malaikat, mahluk Allah yang setiap waktunya melakukan ibadah tidak diberi kesempatan, apalagi pilihan. Iblis masih di beri kesempatan oleh Allah untuk membujuk bani Adam menuju jalan sesat dan menjauhinya dari jalan yang lurus.

Kesempatan merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada mahluk-mahluknya. Lalu mengapa Allah memberikan kesempatan kepada mahluk-mahluk-Nya? Kompleksnya kehidupan dunia, dikarenakan banyaknya kesempatan dan pilihan-pilihan.

Kesempatan datang dengan sendirinya, ketika datang harus diraih. Untuk meraih kesempatan memerlukan kekuatan kemampuan dan kekuatan kemauan. Kemampuan merupakan kekuatan, kekuatan baik secara ilmu, keterampilan maupun secara mental. Kemauan adalah dorongan untuk mengambil kesempatan dan menjalani proses di dalamnya. Kesempatan selalu ada, dan hadir di sekitar kita.

Ketidakmampuan melihat kesempatan, membuat kita merasa tak pernah diberi kesempatan. Kemampuan melihat merupakan sebuah kekuatan, kekuatan awal untuk sebuah perubahan. Kemampuan kesempatan harus disikapi dengan kekuatan untuk mengambil dan meraih kesempatan tersebut.

Kesempatan dan pilihan merupakan rahmat Allah yang di berikan kepada mahluk- Nya. Kesempatan adalah pilihan, pilihan merupakan kesempatan yang diberikan kepada manusia sebagai mahluk yang diberi kebebasan memilih nasibnya sendiri.

Untuk dapat mengambil dan memanfaatkannya, diperlukan kemauan untuk bertindak. Kemauan merupakan kekuatan pengerak, pendorong dari dalam diri. Motivasi yang menjadikan kehidupan lebih berarti. Kemauan tinggi untuk berbuat, berusaha, bersungguh-sungguh dalam mencari, melihat, meraih dan memanfaatkan kesempatan, insya Allah merupakan bentuk ikhtiar dalam menjalani kehidupan.



%d bloggers like this: