Alam Manusia


Manusia merupakan mahluk yang memiliki akal budi, yang membedakan dari
mahluk-mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Alam diciptakan beserta segala isinya dengan
sumber daya untuk dimanfaatkan manusia demi kelangsungan hidupnya melalui proses
perkembangan dan pemberdayaan akal pikirannya.
Pada dasarnya manusia dan alam saling berketergantungan. Kebutuhan manusia
bergantung pada apa yang telah tersedia dan yang dihasilkan alam. Alam merupakan
produsen dan manusia adalah konsumen. Alam menghasilkan, manusia mengambil hasil.
Keberlangsungan dan kelangsungan alam tergantung dari perlakuan manusia terhadap
sumber daya alamnya.
Sepanjang sejarah perjalanan panjang manusia, alam tidak pernah lepas dan selalu
ikut ambil bagian dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia baik budaya,
ekonomi, politik juga teknologi peradaban manusia.
Alam memberikan kesulitan agar manusia dapat memberdayakan akal pikirannya
dalam mencari pemecahan dan solusi dalam mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Dari
proses interaksi itulah akal pikiran manusia tumbuh dan berkembang. Bayangkan apabila
segala sesuatunya didapat dengan mudah, tentunya manusia tidak akan berpikir dan
menjadi pintar seperti sekarang..
Manusia adalah mahluk yang berpikir. Proses berpikir tersebut berawal dari apa
yang telah dilihatnya dan dirasakannya, apabila yang dilihat dan dirasakannya membuat
manusia kurang nyaman atau merasa terancam, maka manusia akan berpikir untuk bereaksi
dan melakukan sesuatu.
Apa yang pada awalnya terlihat melalui media mata kemudian terekam didalam
otak dan diolah melalui proses berpikir menghasilkan pertimbangan-pertimbangan dan
menghasilkan suatu keputusan dan kemudian dilakukan sebuah eksekusi melalui sebuah
tindakan.
Betapa besarnya pengaruh alam dalam perkembangan peradaban manusia. Alam
dibutuhkan oleh manusia, namun alam tidak membutuhkan manusia. Alam selalu dapat
1 Alam Manusia
memperbaharui dirinya secara alami. Terkadang kita melupakan dan tidak menghiraukan
bahkan tidak menyadari, kita menganggapnya alam hanya di tempat terpencil ada di desadesa
dengan hamparan sawah luas atau gunung-gunung serta lautan yang luas.
Penyimpangan
Perkembangan peradaban manusia begitu pesat, kemajuan di bidang teknologi,
sosial, ekonomi dan budaya ternyata meninggalkan sisi buruk bagi kesehatan mental
manusia. Tuntutan pencapaian target maksimal, memaksa manusia untuk bertindak dan
mencari pemecahan masalah secara cepat (instant) tanpa memperdulikan ketepatan dalam
pemecahan masalah tersebut, pada akhirnya manusia cenderung menyimpang dari alam.
Penyimpangan tersebut pada akhirnya mempengaruhi manusia dari segi mental dan
berakhir pada segi fisiknya. Di abad ini terbukti sudah, kemampuan manusia dalam
mengatasi penyakit massal seperti kolera, pes, wabah tidak diiringi dengan penyakit yang
tumbuh di dalam diri dan jiwanya sendiri. Sehingga di abad ini banyak penyakit mental dan
jiwa. Menurut pandangan Carl Rogers, “kesehatan mental sebagai proses perkembangan
hidup alamiah, sementara penyakit jiwa, kejahatan dan persoalan-persoalan kemanusiaan
lainnya, sebagai penyimpangan kecenderungan alam.
Untuk itu perlu bagi manusia berhenti sejenak untuk berkaca apa yang telah terjadi
pada diri kita, khususnya jiwa kita. Manusia menjalani hidup seolah mesin-mesin produksi
industri yang dijalankan dan dikendalikan secara otomatis. Manusia seperti robot dan
menggadaikan kehidupannya untuk kemajuan peradaban. Begitu banyak sisi manusia yang
telah digadaikan dan dikorbankan demi sebuah kemajuan peradaban dengan merelakan
kemunduran jiwa manusia. Sudah waktunya bagi kita manusia menjalani hidup ini sebagai
manusia yang memiliki pilihan, kebebasan dan tanggung jawab sebagai manusia.
Kita seharusnya jangan terlalu berlebihan dalam memenuhi kebutuhan kita dan
mempertahankan diri kita dari alam. Kita butuh penyesuaian yang saling menguntungkan.
Kita tidak dapat menghilangkan kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan dengan
menghilangkan alam itu sendiri. Jika alam telah hilang sama artinya kita membunuh diri
sendiri, menghentikan perkembangan diri sendiri sebagai manusia
2 Alam Manusia
Sebab-Akibat
Setiap musim kemarau, kekeringan terjadi di mana-mana. Panen banyak yang gagal,
stok beras mengalami kekurangan, memaksa rakyat kembali mengencangkan ikat pinggang
atau mengkonsumsi nasi aking. Terpaksa, pemerintah mengeluarkan kebijakan impor beras,
dengan begitu terbukalah celah melakukan korupsi.
Penebangan hutan secara besar-besaran, tanpa tebang pilih dan penanaman kembali
telah berlangsung lama. Hutan-hutan kini gundul, tak lagi bermahkota untuk melindungi
tanah dari serangan matahari. Tak ada lagi kanopi sekaligus kantung air untuk menampung
dan menahan air setiap musim hujan datang. Airpun mengalir sampai jauh, menjauhi hutan
mendekati kota membaur bersama penduduknya.
Kejadian tersebut sudah menjadi agenda tetap negara, sama halnya dengan mudik
disetiap hari raya yang meski harus berdesak-desakan tanpa pernah jera. Rakyat hanya bisa
berkata “sudah tradisi” tanpa tahu harus berbuat. Pemerintah sebagai pengelola negara
hanya bisa menyatakan kesedihannya dan menghimbau agar hutan tidak ditebang secara
membabi buta.
Kembali ke alam
Kembali ke alam(back to nature), sama artinya kembali pada kesederhanaan.
Kesederhanan dalam menjalani hidup dan mengisi hidup. Peradaban yang sudah
sedemikian berkembang tidak harus ditinggalkan, namun perlu kita sederhanakan dan
dikaji ulang. Mana yang lebih menguntungkan bagi semua, menguntungkan bagi manusia
dan alamnya. Solusi menang-menang(win-win solution), itu yang perlu kita terapkan dalam
kehidupan kita dalam membentuk peradaban kita.
Bukan berarti harus meninggalkan peradaban, namun kita harus mampu
mengendalikan peradaban. Sederhana bukan berarti tidak mampu atau kata lain miskin
sumber daya, sederhana merupakan pilihan untuk efisien dalam melakukan sesuatu
meskipun sebenarnya mampu. Ketidakperluan itu yang seharusnya dikendalikan oleh
manusia.
Cara berpikir manusia yang harus diperbaiki. Bagaimana manusia memandang
kehidupan ini. Kemajuan. Kesuksesan yang tanpa kesadaran akan konsekuensi yang terjadi
3 Alam Manusia
pada diri dan lingkungan sekitar membuat perilaku manusia tak terkendali dalam mengolah
dan mengekplorasi diri dan lingkungannya.
Alam beserta kesulitan-kesulitannya dapat menjadi media kita untuk berpikir dan
mengembangkan diri kita. Mungkin itulah yang diharapkan oleh orang-orang yang selalu
mengusung slogan back to nature. Kembalilah ke Alam, kenalilah alam, ada pepatah
mengatakan “tak kenal maka tak sayang” itulah yang terjadi pada kita sekarang ini, kita
tidak mengenali alam kita sendiri, kita tidak mengenal lingkungan kita sendiri
Kenalilah alam perlakukan dengan sewajarnya dan semestinya. Alam dan manusia
harus dapat hidup berdampingan karena manusia melalui alam dapat memenuhi
kebutuhannya. Yang terpenting bukan bagaimana alam memperlakukan manusia tapi
bagaimana manusia memperlakukan alam.
Cirebon, 2007
4 Alam Manusia

0 Responses to “Alam Manusia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: