Hening… terasa begitu sepi, sama seperti ketika aku berlari di tengah hutan dan kelelahan, kemudian berteduh di bawah rimbunnya pepohonan yang tertiup angin. Begitu sunyi, seakan hanya ada aku sendiri.
Kunikmati saja keheningan ini, tanpa pernah kumengerti apa maksud semua ini. Jika ini mimpi mengapa begitu nyata, jika ini hanya sesuatu yang semu, mengapa begitu menyakitkan.
Kembali aku terbalut keheningan dan dinginnya hembusan angin. Mataku sayu terayu sepoinya angin, namun aku harus bertahan dan kembali berjalan, aku harus bisa dan pasti bisa, melalui keheningan dan kesunyian ini.
December 6, 2011 at 9:20 am |
kciaaaaan..bingung y??fatamorgana kliiiiiii